One Battle After Another adalah film action thriller ambisius yang ditulis dan disutradarai oleh sineas ternama, Paul Thomas Anderson (PTA). Diadaptasi secara longgar dari novel Vineland (1990) karya Thomas Pynchon, film ini menandai Empire88 kembalinya PTA ke sinema yang sarat dengan kekacauan, paranoia, dan sindiran politik. Dengan anggaran besar dan deretan bintang papan atas, film ini berhasil menyajikan perpaduan unik antara komedi screwball yang absurd, drama keluarga yang mengharukan, dan aksi penuh ledakan.
Alur Cerita: Dari Revolusioner ke Ayah Burnout
Film ini berpusat pada Bob “Ghetto” Pat Calhoun (diperankan oleh Leonardo DiCaprio), seorang mantan revolusioner sayap kiri dari kelompok radikal bernama French 75. Bob, yang kini hidup terpencil dan cenderung stoned setelah kelompoknya bubar 16 tahun lalu, harus menjaga putrinya yang mandiri, Willa (pendatang baru Chase Infiniti), yang dilatih bela diri oleh gurunya yang eksentrik, Sensei (Benicio Del Toro).
Konflik memuncak ketika musuh bebuyutan mereka dari masa lalu, Kolonel Steven J. Lockjaw (Sean Penn), seorang perwira militer yang korup dan rasis, kembali muncul. Obsesi Lockjaw untuk melacak Bob dan Willa—yang terkait dengan ibu Willa dan mantan kekasih Bob, Perfidia Beverly Hills (Teyana Taylor)—memaksa Bob untuk kembali beraksi. Bob harus berjuang melawan konsekuensi dari kehidupan radikalnya di masa lalu demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang tersisa.
Estetika dan Campuran Genre yang Berani
Visi Sinematik yang Luas
PTA dikenal dengan gaya penyutradaraan yang khas, dan dalam One Battle After Another, ia menampilkan visual yang kaya dan bertekstur. Difilmkan dalam format VistaVision dan 70mm, sinematografi oleh Michael Bauman memberikan scope yang epik, dari adegan perkelahian bawah tanah yang gelap hingga pengejaran mobil yang mendebarkan di jalanan yang berliku.
Musik yang menegangkan dan elektrik oleh kolaborator setia PTA, Jonny Greenwood, bertindak sebagai karakter lain dalam film, memperkuat suasana paranoia dan urgensi yang konstan.
Baca juga : Sukma: Teror Cermin Kuno dan Obsesi Kecantikan Abadi by Empire88
Pergeseran Nada yang Mengejutkan
Kekuatan sekaligus keunikan film ini terletak pada pergeseran nada yang liar. Film ini dengan cepat beralih antara sindiran politik yang cerdas, terutama mengenai otoritarianisme dan supremasi kulit putih yang disamarkan dalam kelompok rahasia, dengan aksi pulp yang benar-benar konyol.
DiCaprio, dalam salah satu penampilan terlucunya sejak The Wolf of Wall Street, memainkan Bob sebagai pria yang sama-sama tragis dan badut. Kontras antara perjuangan ideologis yang serius dan ketidakmampuan Bob untuk mengingat kata sandi krusial menciptakan humor yang khas.
Intinya, One Battle After Another adalah sebuah eksplorasi tentang warisan pemberontakan dan ikatan keluarga yang berantakan. Ini menunjukkan bahwa perjuangan melawan ketidakadilan bukanlah upaya tunggal, melainkan serangkaian pertempuran, yang sering kali harus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Film ini berani, seringkali memusingkan, tetapi selalu menghibur dan menghadirkan Empire88 salah satu drama aksi paling menonjol tahun ini.

